Tag Archives: satria

having fun with CBR150R

Bro, setelah menjalani pekan2 yang melelahkan dengan dikejar banyak deadline, akhirnya bisa update lagi blog kecil2an ini :mrgreen: .
artikel kali ini cuma mau share pengalaman saya ketemu temen sesama DOHC yaitu Honda CBR150R :mrgreen: .
cbr-150r

jadi ceritanya begini, lagi riding santai pulang dari aktifitas sehari2 melewati jalan Gejayan(Jogja) yang super macet klo jam2 pulang kerja,matic2 meliuk2 nyelip2 membelah kemacetan. Saya masih santai saja riding di kecepatan 40-50kpj. Tiba2 dari belakang terdengar suara drrrrrroooooommmmmmm…. intip spion eh ternyata CBR 150R dengan knalpot racing ngacir ikut2an matic meliuk2 :mrgeen:. Doi begitu gesit membelah kemacetan, dalam hati iseng2 ah ngikutin dari belakang, hingga akhirnya bertemu di lampu merah. Sambil nunggu lampu merah tengak tengok kiri kanan, begitu lampu hijau CBR langsung melejit wuuuurrrr…. “ikutin lagi :mrgreen:
CBR150
saya masih nguntit dibelakang, manteb juga CBR tarikannya bro, sepertinya sangat ringan. Lalu sang joki ngintip spion dan lihat motor saya, eh malah dia panas, makin tancap gas dia ngacir lagi. Dalam hati, coba saja sekalian, jarang2 CBR ngebut, biasanya rider CBR sopan2 kalem2 :mrgreen:. Saya juga ikut puntir gas dalam2, namun tetap safety riding dan mengikuti marka2 dan peraturan lalu lintas bro.
akhirnya ketemu di belakang mobil, dia ganti gear lebih rendah dan gantung rpm, saya pun juga sama. Pindah gear 2 dikecepatan 40kpj gantung rpm dan siap2 melaju. setelah keadaan depan aman dan setelah lebih dulu menghidupkan sein tanda mau menyalip, kami saling tancap gas, CBR melaju lebih dulu diikuti dengan saya. Namun yang terjadi CBR seperti flat/datar tarikannya, dengan mudah saya overtake. Saya tarik dalam2 throttle diikuti suara meraung dibelakang saya suara CBR, ganti gigi 3 lalu 4 dan 5 tp malah CBR semakin menjauh. Ketemu perempatan, turunkan kecepatan lalu ngedim dan klakson dua kali lalu tancap gas lagi. Saat ketemu perempatan CBR sudah mendekat lalu tak mampu mendekat lagi setelah saya tarik gas lagi.
Namun sayang, jalan yang kami lalui termasuk trek pendek, mungkin hanya sekitar 1km kurang lebih, denger2 CBR ganas klo sudah putaran atas ya bro. Mungkin klo trek lebih panjang bisa beda cerita ya :mrgreen: . Ditrek pendek mungkin FU sedikit lebih unggul, soalnya FU dari 0-130 termasuk cepat digapai namun klo sudah 130kpj sedikit berat untuk naik. Mungkin CBR klo sudah 100kpj keatas makin ganas (maaf klo salah, soalnya belum pernah pake CBR :mrgreen: ).
Last, ini bukan artikel bakar2an bro, cuma mau share sedikit pengalaman ketemu temen DOHC di trek pendek…
MOnggo dishare pendapatnya.

Advertisements

Satria Fu with pertamax

Bro, seperti yang saja janjikan pada artikel sebelumnya, saya akan membahas penggunaan BBM pertamax pada Suzuki satria FU. artikel kali ini juga menggunakan metode yang mirip dengan sebelumnya. Jika dahulu menggunakan metode 5000 tp 5000, kali ini menggunakan metode 10rb to 10rb. pertama2 motor diajak muter2 sampai indikator bensin berkedip lalu diisi pertamax seharga 10rb.

pertamax seharga 10rb dijogja setara dengan 1,064 liter (9400/liter). Indikator bensin menunjukkan dua bar dan berada pada KM 19075.5. seperti biasa motor diajak muter2 dulu sampai indikator bensin berkedip kembali. Tarikan mesin terasa lebih nampol jika menggunakan pertamax, mesin lebih responsif dan juga lebih enteng, ya sebanding lah jika menilik dari harganya yg lebih “premium” jika dibanding premium :mrgreen: . Motor dibawa jalan harian dengan putaran mesin yang bervariasi (jadi bukan irit2an) agar gambaran penggunaan harian bisa terasa lebih real.

Oke, setelah indikator berkedip kembali, buru2 cari SPBU terdekat buat isi tangki bensin lagi. Motor dipinggirkan dan kemudian jepret lagi untuk mengetahui sudah seberapa jauh pertamax terpakai.

Odometer sekarang menunjuk di angka 19109.0 KM, jika dihitung berarti sudah menempuh jarak sebanyak 33.5km. Dihitung kembali konsumsi rata2 BBM 33.5 : 1.064 = 31.485KM/liter. Hmmmmmm, hasilnya tidak jauh berbeda jika dibandingkan penggunaan BBM jenis premium yang berada di kisaran 32km/liter.

Last, IMHO konsumsi BBM satria FU standar memang berada di kisaran 30-33km/liter bro apapun jenis BBMnya. Namun hasil ini bisa berbeda2 tiap orang, bergantung bagaimana perlakuan terhadap motor, namun artikel ini mewakili pemakaian harian dan tidak irit2an CMIIW. Maaf belum bisa menguji penggunaan BBM non-pertamina (Shell, Petronas, Total) karena di jogja memang blm ada SPBU non pertamina, CMIIW :mrgreen:

silakan dishare pendapatnya…

Test milleage suzuki satria FU

Bro, setelah kemarin blog ini sempat kena suspend oleh wordpress, akhirnya blog kecil2an ini bisa beroperasi lagi :mrgreen: . alhamdulillah sekarang kembali bisa blogging 🙂

bro2, berbicara tentang satria FU, menggendong mesin DOHC 6-speed, motor ayago ini punya power yang lumayan untuk kegiatan harian, bahkan mungkin sedikit berlebihan :mrgreen: . untuk penggunaan harian di jogja, power 16Dk dirasa sudah lebih dari cukup untuk mengantar pemakainya (saya :mrgreen: ) wara-wiri puter2 keliling2 kota. Tenaga ngisi terus dari bawah sampai atas membuat ayago ini sangat bisa diandalkan dalam mengejar waktu (telat berangkat kuliah / kerja :mrgreen: ) dan juga sangat lincah dan selap-selip saat waktu kepepet. tendangan diputaran atas juga mantab, banyak yang bilang klo satria dibawa ngebut serasa melayang, tapi IMHO punya saya tidak mengalami gejala itu sama sekali (mungkin karena postur tubuh :mrgreen: )

Dengan tenaga yang “lumayan”, konsumsi BBM tentunya menjadi salah satu pertimbangan dalam meminangnya. artikel kali ini memberikan gambaran konsumsi BBM harian satia FU. Metode yang digunakan mungkin sedikit berbeda dengan yang dilakukan blogger2 kondang (full to full). dalam artikel ini menggunakan metode 5000 to 5000 :mrgreen: . Ya, isi premium Rp5000,- (1.1 liter) dipakai sampai indikator sekarat baru diisi lagi.

indokator awal odometer menunjukkan angka 18960.9km lalu diisi 5000, indikator menunjukkan 2 bar. dipakai muter2 sampai indikator berkedip menunjukkan BBM akan habis. isi premium 5000 buat aktifitas dari rumah ke kantor cukup untuk 3 hari :mrgreen: .

setelah indikator sudah kedip2 buru2 mampir SPBU terdekat dan kembali jepret indikator bahan bakar. Indikator menunjukkan di angka 18997.0km. jika dihitung2 18997.0 – 18960.9 = 36.1 km. Premium Rp5000,- dihabiskan setelah menempuh jarak 36.1km, konsumsi rata2 menjadi 32.523 km/liter. Mmmm boros atau irit nih??? relatif bro…

belum puas, setelah diisi 5000 lagi, motor diajak muter2 lagi sampai indikator berkedip lagi. odometer menunjuk di angka 19031.5. jika dihitung lagi berarti sudah menempuh jarak 34.5km. kembali di bambil rata2 diperoleh konsumsi BBM 31.36 km/ liter.

Last, konsumsi BBM ini murni harian dengan kondisi kombinasi kecepatan rendah, sedang dan tinggi. dengan rata2 32km/liter saya rasa masih cukup masuk akal mengingat power yang ditawarkan. Tetap saja relatif ya bro, ada yang bilang boros dan ada yang bilang irit. Namun bagi saya pribadi, konsumsi BBM segini sudah cukup irit.
lain waktu saya coba ulas penggunaan BBM pertamax…
Gimana menurut bro semua?? silakan dishare pendapatnya.