Long lasting variant.. Vario/Click 110 CW

Bro2, untuk menciptakan sebuah desain yang tak membosankan untuk sebuah sepeda motor adalah hal yang sedikit sulit. Namun dalam hal ini Honda dapat melakukannya dengan mendesain Honda vario 110 CW. Diawal kemunculannya, Vario masih kesulitan untuk menggulingkan tahta matic terlaris yang dipegang oleh Yamaha Mio.

Yamaha mio adalah first mover dalam kelas matic dengan ring 14. awal kemunculannya diawali dengan dihadirkannya nouvo yang lambat laun dilengserkan dan engine diwariskan ke Mio. Sebagai fisrt mover, mio diuntungkan dengan mindset konsumen “matic itu Mio”. penjualan Mio semakn meningkat dari hari ke hari.
Back to Vario, masih kesulitan untuk mengejar penjualan mio. Dengan iklan mio yang setiap hari tampil dilayar kaca dengan kata2 “bebek matic “Rio” gemuk dan kurang gesit. Vario belum mampu menarik hati konsumen indonesia. Honda tak kalah akal dengan mendampingkan vario dengan Honda Beat. Honda beat digadang2 untuk menjegal singgasana mio dan memuluskan Vario menjadi 1 level diatas mio. Lambat laun penjualan matic honda meningkat. mereka (vario & Beat) melaju bersama dalam memenagkan hati konsumen.

tak bisa dipungkiri sekarang vario menjadi salah satu matic terlaris ditanah air. Berbagai kelebihan ditawarkan Honda vario 110 yang memuluskan langkahnya sebagai salah satu matic terlaris, diantaranya liquid cooled radiator, SKS, SSS dll. kenyamanan vario juga tak terbantahkannjauh diatas kompetitor, bahkan ada yang menyamakan mengendarai vario dengan sebuah sedah yang sangat nyaman.

Ditengah persaingan yang makin ketat, Honda menyegarkan tampilan vario dengan meluncurkan vario techno CBS dan non-CBS. Honda semakin dominan di pasar matic. Namun anehnya, Vario CW tetap dipertahankan eksistensinya. Honda berdalih bahwa honda Vario masih memiliki penggemar setia, sehingga tetap didampingkan bersama dengan vario techno.

dan benar saja, Vario 110 tetap laku dipasaran. Banyak yang mengatakan bahwa Vario ini modelnya tidak membosankan, keyamanannya tetap belum terkalahkan jika dibanding vario Techno.

Honda semakin ingin mengokohkan posisinya untuk mendominasi pasar matic dengan memunculkan vario 125 dengan segala kelebihannya dan membuat kompetitor kalang kabut untuk mengejar penjualannya. Diluncurkannya vario 125 tidak pula membuat honda vario 110 dihentikan produksinya. justru yang disuntik mati adalah vario techno. sekali lagi vario 110 tetap dipertahankan keberadaannya. Dan tetap saja vario 110 tetap banyak dicari oleh konsumen.

Last, apakah produk honda yang satu ini memang sangat disukai konsumen? mengapa sebegitu kuatnya honda mempertahankan varian Vario 110 ini? bagaimana menurut bro2 semua????
silakan dishare pendapatnya….

64 thoughts on “Long lasting variant.. Vario/Click 110 CW

  1. goeh80

    betul, desainnya ga membosankan… asli lho kemaren aja ngeliat vario cw biru (seperti gambar diatas) spontan saya sama istri bilang… “bagus ya…”. 1 aja yang kurang sreg bentuk speedonya🙂

    Reply
  2. Cah Nglegok

    buat bending marketing aja mas…ada kalanya calon konsumen yang menilik punya tetangga dan ndak mau jual vario lamanya coz enaaak dipakeknya kata tetangganya looh… cmiw

    Reply
  3. 46@wezzsukses.com

    Jujur,tiap kali liat penunggang mio lawas atau karbu,kayaknya lbih brwibawa dn brduit,dri pd mio j,atw vrio,ataupun beat,lho kok bisa? Dlu..org mo bli mio mkir 1000x,soalnya boroz,akhirnya bli bebek atau klo tkut boroz larinya ke vario,tp bagi penggila mtor kencang,mio solusinya,krna dalemanya mudah di bor up mpe 180-200cc,trbukti kala itu,di ajang adu balap mio sangt trkenal,kini zamannya udah brubah broww..

    Reply
  4. Telat masuk kantor

    Ikut nimbrung ah..
    Saya juga punya nih Vario 110 beli baru tahun 2007 .Enaknya nih motor pakai pertamax karena kompresinya sudah 10,7:1. Yah kalau lagi duit tekor oplos aja ama premium wakakk… pernah sekali nyoba total pakai premium. Mesin jadi agak kasar, kalau dioplos pertamax jadi agak lumayan lah.
    Tenaganya stabil dan enak pas ditanjakan.
    Kelemahannya cuma pas melibas jalan yg berlubang agak kurang stabil (khas motor matic lah).

    Reply
  5. harisxyz

    Vario lama ini memang sippp, saya yang 180 cm/86 kg, sangat nyaman naik skutik ini, ergonominya sangat cocok utk saya (walau mungkin tak enak dilihat), mengalahkan mio dan spacy yang sempat saya coba. Tenaganya juga sipppp, saya pakai naik ke GWK (Bali), enteng-2 saja dan bisa berakselerasi dengan sangat baik. Awalnya sih saya memandang remeh thdp skutik vario ini namun berubah drrastis setelah mencobanya ! Sayang kalau sampai di-discontinue !

    Reply
  6. ifoelfumi

    ergonominya memang 1 tingkat di atas matic2 lain yang sudah beredar. soal lari memang masih kalah dengan matic lain, tp terbanyar dengan kenyamanan yang di dapat. coba klo kedepan ahm mau me-replace mesin wantufaif ke vario mmc ini, tambah joss kali ya…🙂

    Reply
  7. si Oom!

    sudah enam tahun saya kangkangi, masih mantabh (pake BH) buat nikung😛
    untuk per-shock depan, sebaiknya diganti pakai per-shock vario tekno. Supaya gejalan jedak-jeduk saat melibas jalan keriting berkurang😉

    salam kenal oom, saya pengguna vario tua kelahiran 2007

    Reply
  8. matematic

    Saya pake dua matic mio lama sma vario 125, klo buat ngebut pake mio kalo buat santai pake vario

    Reply
  9. Rony

    sya juga punya yang awal..taun 2006..emang nyaman abiss….banyak yang nawar..hehe…tapi sayang aja buat klangenan…
    sama wtf buat nanjak2 lebih oke vario 110 cw nih…wtf kurang joss…..

    Reply
  10. Edi

    Vario 110 itu menurut ane masih banyak penggemarnya.
    designnya simple jadi keliatan mulus bodynya.
    posisi riddingnya pas,
    bentuknya gak kecil, gak besar. paslah
    handlingnya langsung nyatu dengan postur 165cm macam ane

    pernah coba beat tapi handlingnya gak pas dengan ane, malah masih lebih enakan mio.

    kalo Vario 125 keliatan futuristik, bodynya gede tapi ban kecil, ko ane ngerasa gak proporsional yh ngeliat ntu motor.
    jujur ane lebih suka motor dengan design simple seperti vario 110 ini. dibanding motor Futuristik macam vario 125

    Reply

monggo share pendapatnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s